Senin, 13 Mei 2019
Direktur PMD Pimpin Rapat Sinkronisasi KN-P3MD dan KN-PID
JAKARTA- Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Internal antara KN-P3MD dan KN-PID dipimpin langsung Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kemendesa PDTT-RI, M. Fachri S.STP., M.Si bertempat di Kantor KN-P3MD di Pejaten, Jakarta Selatan, Senin petang (12/5/2019).
Rapat yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, dimanfaatkan Direktur PMD untuk membahas tiga hal mendasar yakni Dana Desa (DD), Program Pendampingan Desa, dan Program Inovasi Desa (PID) yang berada di bawah kewenangan Direktorat PMD.
Pada rapat tersebut, Direktur PMD juga mengingatkan seluruh jajaran Konsultan Nasional P3MD maupun PID, untuk memperhatikan progress (tahapan) pencairan DD di 33 provinsi. Kendala-kendala desa mesti diurai dalam pengelolaan maupun pelaporan DD. Apa yang menjadi kendala desa harus bisa dipetakan, sehingga progres dan capaian DD sesuai dengan harapan.
"Regulasi yang dipedomani desa, apakah Permendagri atau Permendesa, ke depan semoga lebih sinkron. Harapannya, batasan kewenangan dan kebermanfaatan regulasi lebih besar lagi,"kata M Fachri didampingi Kasubdit PKMD Nursaid , PL-KN P3MD Sukoyo dan PL-KN PID Rusdin M Nur.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kadis PMD Bireuen, Provinsi Aceh. Kadis Bireuen merasa bahagia, karena bisa hadir di tengah-tengah jajaran Konsultan Nasional desa dan Kemendesa.
Masih kata Direktur PMD, keberadaan Dana Desa harus dibarengi dengan gerakan desa untuk berinovasi. Sehingga semangat UU Desa No.6/2014 untuk mewujudkan desa maju, demokratis, sejahtera dan mandiri bisa tercapai dengan mulus. Tanpa adanya Dana Desa, akan sulit rasanya melihat perkembangan dan kemajuan di desa seperti yang terlihat sekarang ini.
"Alhamdulillah berkat Dana Desa, muncul semangat desa untuk berinovasi. Dengan inovasi, kedaulatan ekonomi, sosial dan politik di desa semakin baik,"ujar Direktur PMD. (rilis)
Minggu, 24 Februari 2019
Cara Jitu Eko P Sandjojo Menjawab
Konektivitas Infrastruktur-Ekonomi Bengkulu
BENGKULU- Kecintaan Eko P Sandjojo terhadap Provinsi Bengkulu dan masyarakatnya, sepertinya tak perlu diragukan lagi. Eko sudah berkomitmen siap mendedikasikan diri demi memajukan Bengkulu, terutama dari segi pembangunan infrastruktur. Karena menurut Eko, infrastruktur harus menjadi prioritas dan fokus utama menuju Bengkulu yang maju dan sejahtera.
Komitmen memajukan Provinsi Bengkulu disampaikan Eko saat berada di Bengkulu, Senin (25/2/2019). Dia menegaskan bahwa wilayah Bengkulu secara umum masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Jika ini bisa dipenuhi, maka konektivitas antar satu wilayah dengan wilayah lainnya tidak menjadi masalah lagi. Akses transportasi dan mobilitas masyarakat menjadi lancar.
Untuk memenuhi pembangunan infrastruktur, tentunya perlu usaha ekstra. Butuh biaya yang tidak sedikit. Bengkulu tidak bisa hanya mengandalkan APBD-nya semata. Butuh dana segar, dalam hal ini APBN, yang mesti diperjuangkan mengucur deras ke Bengkulu.
"Dalam waktu dekat, saya bersama dengan para bupati di Bengkulu, akan melobi sejumlah kementerian di Jakarta. Supaya kementerian terkait bisa menjadikan Bengkulu sebagai lokasi pembangunan infrastruktur. Apakah itu pembangunan jalan dan jembatan, atau pembangunan sarana di bidang kesehatan, perkebunan maupun perikanan," kata Eko yang juga Caleg DPR-RI nomor urut 1, Dapil Bengkulu, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Hal itu mudah bagi Eko P Sandjojo. Sebab, Eko memiliki kapasitas, pengalaman, dan networking yang luas. Latarbelakang dia sebagai pengusaha sukses dan kini masih menjabat Menteri Desa PDTT, peluangnya sangat tinggi untuk melobi APBN turun ke Bengkulu dalam jumlah yang lebih besar.
"Jika infrastruktur di Provinsi Bengkulu lebih memadai, saya yakin Bengkulu lebih cepat maju dan berkembang. Pertumbuhan ekonominya bisa pesat. Apalagi Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, ketersediaan infrastruktur menjadi solusi jitu," ujarnya.
Sarana infrastruktur, lanjut Eko, menjadi faktor yang sangat vital dan mendesak bagi Bengkulu di masa mendatang maupun sekarang ini. Bila ini tidak
diperhatikan dengan serius, Bengkulu akan lamban dalam pembangunan daerahnya. Investor pun akan minim melirik Bengkulu untuk dijadikan tujuan investasi.
"Saya siap membantu dan memediasi dengan kementerian terkait, BUMN, maupun kalangan investor, demi melihat Bengkulu yang lebih maju lagi dari sekarang ini,"komitmen Eko.
Olehnya itu, Eko berharap niat baiknya tersebut mendapat Dukungan luas dan kepercayaan dari masyarakat Bengkulu tanpa terkecuali. Tanpa dukungan dan kepercayaan, mustahil itu bisa terwujud. Para kepala daerah di Bengkulu juga telah menyatakan komitmennya untuk bersama-sama Eko berjuang melobi APBN dan memajukan Bengkulu.
"Sama-sama kita usahakan dana di pusat, supaya lebih banyak digelontorkan ke Bangkulu. Ini sudah menjadi ikhtiar saya bagi Bangkulu. Karena saya bukan seorang tipe yang suka berjanji saja,"tegas Eko, Caleg DPR-RI mewakili Dapil Bengkulu utusan dari PKB ini. (rilis)
Menteri Eko Kampaye Anti Stunting di Bengkulu
Menteri Eko Kampanye
Anti Stunting di Bengkulu
MUKOMUKO – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mewaspadai tingginya angka stunting di wilayah perdesaan, khususnya di kawasan transmigrasi. Sebagai wilayah yang baru tumbuh, kawasan transmigrasi rentan terhadap kondisi kekurangan gizi terutama bagi anak-anak.
“Kami akan terus meningkatkan edukasi bagi warga desa, utamanya di kawasan-kawasan transmigran agar memahami ancaman stunting pada anak usia tumbuh kembang serta bisa mengantisipasinya melalui pola hidup sehat,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo usai berdialog dengan warga di Balai Desa Pondok Makmur, Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Minggu (24/2).
Dia menjelaskan, kawasan perdesaan rentan terhadap ancaman stunting. Kondisi tersebut bukan semata karena perekonomian warga, tetapi juga minimnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Menurut Eko, di kawasan perdesaan justru banyak bahan-bahan organik seperti sayuran dan buah-buahan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi anak.
“Kami akan terus mendorong edukasi tentang stunting bagi warga di kawasan perdesaan, dengan demikian generasi kita di masa mendatang adalah generasi yang sehat jasmani dan rohaninya,” ujar sang menteri.
Selain meningkatkan edukasi, lanjut Eko, Kemendesa PDTT juga mendorong warga desa untuk terus meningkatkan berbagai sarana kesehatan skala desa seperti Poliklinik Desa (Polindes) maupun Posyandu. Saat ini ribuan Polindes dan Posyandu telah berhasil dibangun melalui dana desa. Polindes dan Posyandu diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi stunting di kawasan perdesaan.
“Kami berharap kehadiran Polindes dan Posyandu dimanfaatkan warga desa untuk memantau perkembangan putra-putri mereka terutama asupan nutrisi sehari-sehari,” katanya.
Menteri Eko juga mengapresiasi kerja sama Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendesa PDTT dengan pihak ketiga, yakni PT Kalbe Nutrisional, yang mengadakan kegiatan bhakti sosial dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita.
Menurut Eko, sudah saatnya pemerintah dan dunia usaha bergandengan tangan dalam meningkatkan kesadaran pentingnya perkembangan anak-anak di Indonesia.
“Kami menilai kegiatan edukasi bagi ibu-ibu dan warga desa akan pentingnya nutrisi bagi 1.000 Hari Pertama Kehidupan sangat positif. Kami juga berpesan agar kegiatan ini dimanfaatkan para ibu untuk meningkatkan wawasan akan pola hidup sehat bagi ibu dan anak di kawasan perdesaan,” tutupnya.
Selain menghadiri kegiatan Sosialisasi Penggunaan Dana Desa di Bengkulu, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo juga mengunjungi lokasi sosialisasi tentang pentingnya nutrisi diseribu hari pertama kehidupan yang digelar di Balai Desa di Pondok Makmur Kec. Air Manjunto Kab. Mukomuko. (rilis)
Anti Stunting di Bengkulu
MUKOMUKO – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mewaspadai tingginya angka stunting di wilayah perdesaan, khususnya di kawasan transmigrasi. Sebagai wilayah yang baru tumbuh, kawasan transmigrasi rentan terhadap kondisi kekurangan gizi terutama bagi anak-anak.
“Kami akan terus meningkatkan edukasi bagi warga desa, utamanya di kawasan-kawasan transmigran agar memahami ancaman stunting pada anak usia tumbuh kembang serta bisa mengantisipasinya melalui pola hidup sehat,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo usai berdialog dengan warga di Balai Desa Pondok Makmur, Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Minggu (24/2).
Dia menjelaskan, kawasan perdesaan rentan terhadap ancaman stunting. Kondisi tersebut bukan semata karena perekonomian warga, tetapi juga minimnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Menurut Eko, di kawasan perdesaan justru banyak bahan-bahan organik seperti sayuran dan buah-buahan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi anak.
“Kami akan terus mendorong edukasi tentang stunting bagi warga di kawasan perdesaan, dengan demikian generasi kita di masa mendatang adalah generasi yang sehat jasmani dan rohaninya,” ujar sang menteri.
Selain meningkatkan edukasi, lanjut Eko, Kemendesa PDTT juga mendorong warga desa untuk terus meningkatkan berbagai sarana kesehatan skala desa seperti Poliklinik Desa (Polindes) maupun Posyandu. Saat ini ribuan Polindes dan Posyandu telah berhasil dibangun melalui dana desa. Polindes dan Posyandu diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi stunting di kawasan perdesaan.
“Kami berharap kehadiran Polindes dan Posyandu dimanfaatkan warga desa untuk memantau perkembangan putra-putri mereka terutama asupan nutrisi sehari-sehari,” katanya.
Menteri Eko juga mengapresiasi kerja sama Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendesa PDTT dengan pihak ketiga, yakni PT Kalbe Nutrisional, yang mengadakan kegiatan bhakti sosial dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita.
Menurut Eko, sudah saatnya pemerintah dan dunia usaha bergandengan tangan dalam meningkatkan kesadaran pentingnya perkembangan anak-anak di Indonesia.
“Kami menilai kegiatan edukasi bagi ibu-ibu dan warga desa akan pentingnya nutrisi bagi 1.000 Hari Pertama Kehidupan sangat positif. Kami juga berpesan agar kegiatan ini dimanfaatkan para ibu untuk meningkatkan wawasan akan pola hidup sehat bagi ibu dan anak di kawasan perdesaan,” tutupnya.
Selain menghadiri kegiatan Sosialisasi Penggunaan Dana Desa di Bengkulu, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo juga mengunjungi lokasi sosialisasi tentang pentingnya nutrisi diseribu hari pertama kehidupan yang digelar di Balai Desa di Pondok Makmur Kec. Air Manjunto Kab. Mukomuko. (rilis)
Sabtu, 15 September 2018
Inovatif Besur Sekaran Lamongan
PROFIL KEGIATAN INOVATIF
KABUPATEN LAMONGAN
KABUPATEN :Lamongan
KECAMATAN :SEKARAN
DESA :BESUR
BIDANG : EKONOMI DAN SDM
NO. SEGMEN/ BAGIAN ISI
1 JudulKegiatanInovasi Pusat Pengembangan Agen Hayati (PPAH)
2 RingkasanUmum
Bicara tentang desa, tentu tak lepas dari urusan sektor pertanian. Sebab, produksi pertanian di Indonesia, selama ini ditopang oleh kekuatan pertanian yang ada di desa. Sehingga desa merupakan aset bangsa yang menjadi produsen pangan, yang keberadaannya –disadari atau tidak- turut menentukan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.
3 Tantangandanlatarbelakangmasalah Ironis memang, Indonesia sebagai negara agraris namun sering kali masih impor untuk memenuhi kebutuhan stok pangan dalam negeri.Lalu, bagaimana peran dan manfaat dana desa agar ketahanan pangan di Indonesia ini bisa terwujud? Inilah salah satu yang coba dilakukan oleh warga Desa Besur Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.
4 Solusi/ Inovasi yang dijalankan
Adapun beberapa inovasi pada usaha kerajinan gerabah desa gedangan adalah :
1. Mengganti proses manual menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin.
2. Memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana mempromosikan produk PPAH (website, facebook, whatsapp dll).
3. Menciptakan brand atau kemasan yang lebih praktis
5 Proses/ langkah demi langkahpenyelesaianmasalah/tantangan
A. Langkah-langkah penyelesaian masalah :
1. Pembentukan tim PID (Program Inovasi Desa).
2. Kajian objek penelitian oleh tim PID.
3. Pengumpulan data primer terhadap objek penelitian (wawancara dan survey objek penelitian).
4. Inventarisasi masalah pada objek penelitian,
5. Penyampaian masalah pada objek penelitian kepada instansi pemerintahan.
6. Penerapan inovasi.
B. Tokoh-tokoh yang berperan dalam memberikan solusi :
1. Tim PID (Program Inovasi Desa) dan PD (Pendamping Desa) Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.
2. Kepala Desa Besur beserta perangkat desa Besur.
3. Warga masyarakat desa Besur.
C. Sumberdaya Pendanaan
Adapun sumber dana dalam program inovasi pada usaha Pmbuatan laboratoriom PPAH Dana desa di Desa Besur ini, selain digunakan untuk melakukan pemberdayaan dan penguatan kapasasitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani melalui sekolah pertanian sebagaimana tersebut sebelumnya, Pada tahun 2017 kemudiandikembangkansampaisekarang.
D. Pelaksanaan inovasi
Pada tahap pelaksanaan inovasi yang berkenaan dengan usaha Peningkatan Produksi pada umumnya masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan penerapan inovasi.
6 Hasil/ capaian
Hasil atau capaian setelah pelaksanaan inovasi :
Jadi, seluruh konsep pembangunan dan pemberdayaan di Desa Besur yang menggunakan dana desa ini, dirancang sistematis sehingga model usaha pertanian yang terintegrasi (Integrated farming System).
1. Dari semua usaha itu, harapan terbesar warga desa adalah menjadikan desa sebagai pusat ketahanan ketahanan pangan mandiri, yang akhirnya dapat mengangkat derajat perekonomian mereka, bahkan ekonomi secara nasional
7 Pembelajaran
Di zaman kemajuan teknologi informasi seperti sekarang Selain menyiapkan infrasturktur penunjang ketahanan pangan berupa gudang desa, pada tahun tahun 2017 ini juga dirancang pembangunan kandang komunal sapi. Kandang ini nantinya disiapkan sebagai sebagai sumber produksi kompos yang bisa dimanfaatkan para petani untuk pemupukan di lahan pertanian mereka.
8 Rekomendasi
A. Rekomendasi kepada Instansi terkait :
1. Memberikan bantuan alat/ mesin untuk memudahkan proses Penimgkatan produksi Membuatkan media promosi melalui internet (website, facebook, whatsapp dll).
2. Memberikan pelatihan guna meningkatkan skill serta meningkatkan sumber daya manusia dalam mengelolah/ memanajemen unit usaha pemasaran diluar desa Besur.
B. Rekomendasi kepada Masyarakat/ Petani Desa Besur :
1. Menggunakan dan merawat mesin Laboratorium produksi yang ada.
2. Meningkatkan skill dalam pembuatan produk lain.
3. Meningkatkan pengetahuan tentang internet dan media promosi melalui internet.
4. Mampu berswasembada
9 Ilustrasi/ photo
terlampir
10 KontakInformasi - Kepala Desa Besur : Abd. Harissuhut, ST.
- Kontak person : 082236678686
Suasana Pelatihan/sekolah pertanian di Desa Besur menggunakan dana desa
Suasana pelatihan/sekolah pertanian di Desa Besur menggunakan dana desa
Petani perempuan mengikuti Pelatihan Pertanian menggunakan dana desa
Suasana pengamatan agroekosistem saat pelatihan pertanian menggunakan dana desa
Selain itu, dari hasil sekolah pertanian tersebut warga Desa Besur akhirnya memiliki keterampilam dengan mendirikan sebuah Laboratorium Pusat Pengembangan Agens Hayati (PPAH).
Suasana di Laborarorium PPAH Desa Besur Kecamatan Sekaran Kab. Lamongan
Di laboratorium sederhana ini, warga desa mampu memproduksi Pupuk Organik Cair (POC), pembenah tanah (Dekomposer), dan sejumlah pengendali hama dan penyakit tanaman secara mandiri. Produk-produk tersebut dibuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan bahan-bahan alami tersebut untuk meminimalisir kerusakan lahan akibat bahan penggunaan bahan kimia sebelumnya, serta dalam rangka untuk mendapatkan hasil produksi pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.
Pupuk Organik Cair dan pengendali hama penyakit tanaman karya warga desa Desa Besur
Laboratorium ini dikelola oleh petani, khususnya petani usia muda yang juga tergabung dalam kelompok tani desa setempat. Hadirnya laboratorium ini cukup membantu kebutuhan petani, sehingga petani di desa ini kini tidak bergantung pada pestisida kimia yang beredar di pasaran, yang harganya cukup tinggi dan memberatkan petani.
Pupuk organik cair serta pengendali hama dan penyakit karya warga warga desa ini, dijual sangat murah bagi petani, dan hanya sebagai ongkos pengganti bahan saja. Bahkan tak jarang, petani juga digratiskan untuk mendapatkan produk dari laborarorium PPAH ini.
Sejumlah pihak pun mengapresiasi keberadaan laboratorium ini dengan melakukan kunjungan langsung di Desa Besur, diantaranya Bupati Lamongan H.Fadeli, Pejabat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Propinsi Jawa Timur, serta Rombongan dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).
Kunjungan Bupati Lamongan H.Fadeli dan Wakil Bupati Lamongan Hj.Kartika Hidayati
di Desa Besur (14/2/2017)
Kunjungan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Jawa Timur
di Desa Besur (6/2/2017)
Kunjungan Rombongan dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) di Laboratorium
PPAH Desa Besur Kec.Sekaran
Manfaat Dana Desa dalam Membangun Ketahanan Pangan Mandiri Desa
Bicara tentang desa, tentu tak lepas dari urusan sektor pertanian. Sebab, produksi pertanian di Indonesia, selama ini ditopang oleh kekuatan pertanian yang ada di desa. Sehingga desa merupakan aset bangsa yang menjadi produsen pangan, yang keberadaannya –disadari atau tidak- turut menentukan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.
Ironis memang, Indonesia sebagai negara agraris namun sering kali masih impor untuk memenuhi kebutuhan stok pangan dalam negeri.Lalu, bagaimana peran dan manfaat dana desa agar ketahanan pangan di Indonesia ini bisa terwujud? Inilah salah satu yang coba dilakukan oleh warga Desa Besur Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.
Dana desa di Desa Besur ini, selain digunakan untuk melakukan pemberdayaan dan penguatan kapasasitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani melalui sekolah pertanian sebagaimana tersebut sebelumnya, Pada tahun 2017 ini juga dimanfaatkan untuk membangun gudang desa. Keberadaan gudang ini diharapkan menjadi “benteng” bagi petani untuk menghindari permainan harga para tengkulak saat panen tiba. Gudang desa ini dirancang juga sebagai pusat pengembangan agroindustri desa yang berdaya saing.
Gudang Desa yang dibangun menggunakan dana desa tahun 2017 yang kini masih dalam
proses perampungan
Selain menyiapkan infrasturktur penunjang ketahanan pangan berupa gudang desa, pada tahun tahun 2017 ini juga dirancang pembangunan kandang komunal sapi. Kandang ini nantinya disiapkan sebagai sebagai sumber produksi kompos yang bisa dimanfaatkan para petani untuk pemupukan di lahan pertanian mereka.
Jadi, seluruh konsep pembangunan dan pemberdayaan di Desa Besur yang menggunakan dana desa ini, dirancang sistematis sehingga model usaha pertanian yang terintegrasi (Integrated farming System).
Dari semua usaha itu, harapan terbesar warga desa adalah menjadikan desa sebagai pusat ketahanan ketahanan pangan mandiri, yang akhirnya dapat mengangkat derajat perekonomian mereka, bahkan ekonomi secara nasional.
Jumat, 14 September 2018
Jum'at SiPeDe, Pendamping P3MD Lamongan
Implementasi Dana Desa oleh Kemendesa, Kementerian Desa Transmigrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia mengembangkan suatu sistem kontrol akan penggunaan dana desa yang dinamakan dengan SiPeDe.
![]() |
| #tppilamongan kec Deket |
Sistem ini berfungsi untuk memberikan informasi keuangan dan perbelanjaan yang diimplementasikan atau dieksekusi oleh desa mulai dari tingkat provinsi, kabupaten sampai ke desanya sendiri.
Dalam sistem ini juga akan diberikan gambaran / profile suatu desa dan kegiatan apa saja yang ada di desa tersebut. Guna menyukseskan pelayanan informasi ini, semua pihak/pendamping diminta untuk terlibat. Dan setiap posisi mempunyai akses sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat memudahkan pegiat desa dalam memonitor serta dapat menumbuhkan tingkat transparans di desa dalam penyajian pelaporan keuangan desa.
Sistem ini berfungsi untuk memberikan informasi keuangan dan perbelanjaan yang diimplementasikan atau Kegiatan-Kegiatan oleh desa mulai dari tingkat provinsi, kabupaten sampai ke desanya sendiri.
SiPeDe juga akan memberikan gambaran/profile suatu desa dan kegiatan apa saja yang ada di desa tersebut. Guna menyukseskan pelayanan informasi ini, semua pihak/pendamping #tppilamongan diminta untuk terlibat. Dan setiap posisi mempunyai akses sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
Kegiatan #SiPeDe #tppilamongan Wajib Update di Hari Jumat Siang Usai (BerDesa, BerData dan BerMedia (SiPeDe). di Era Milenial Revolusi 4.0
Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat memudahkan pegiat desa dalam memonitor serta dapat menumbuhkan tingkat transparans di desa dalam penyajian pelaporan keuangan desa yang Akurat dan Upadate. (inh).
Selasa, 19 Juni 2018
Minal A'idin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin
KAMI PA P3MD DAN SEGENAP TPPI LAMONGAN MENGUCAPKAN MINAL AIZIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Senin, 01 Januari 2018
Langganan:
Postingan (Atom)




